Kepala Desa di Banjarnegara Hafal Semua Nama Janda
REPUBLIKA.CO.ID, #BANJARNEGARA
-- Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno menginstruksikan semua Kepala
Desa (kades) dan lurah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menghafal
nama seluruh janda di desa yang mereka pimpin."Tidak hanya nama
yang harus dihafalkan, tetapi juga kondisi janda tersebut, alamat,
kehidupan sehari-hari, dan kondisi tempat tinggalnya," kata Hadi di
Banjarnegara, Kamis (3/3). Namun, kata dia, perintah itu jangan disalahtafsirkan dengan hanya janda-janda muda yang dihafal dan dikenali.
"Justru sebaliknya, mereka yang harus lebih dikenali dan dihafal adalah janda-janda miskin," katanya.
Ia mengatakan, hal itu harus dilakukan oleh kades maupun lurah dalam
rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara. Menurut dia,
warga yang benar-benar miskin dan butuh bantuan jangan sampai luput
dari perhatian kades, lurah beserta perangkatnya.
"Jangan sampai
kita kecolongan kembali ada warga miskin di desa kita, namun justru
diketahui oleh orang luar," kata Hadi. Kasus 30 warga miskin di Desa
Pawuhan, Kecamatan Batur, yang ditemukan oleh Gubernur Ganjar Pranowo,
kata Hadi, adalah sebuah 'tamparan' yang sangat keras bagi Banjarnegara."Termasuk juga sepasang orang tua yang hidup miskin bersama tiga
anaknya yang menderita sakit jiwa. Bagaimana hal ini sampai terjadi di
dekat kita dan tidak ada warga yang peduli," katanya.
Terkait hal
itu, dia mengajak masyarakat Banjarnegara khususnya kades dan lurah
untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama sehingga kasus warga
miskin yang terabaikan tidak terulang lagi.Wabup mengatakan, angka
kemiskinan di Banjarnegara saat ini mencapai 17,77 persen (sekitar
175.060 jiwa) dari jumlah penduduk 985.148 orang. "Jumlah tersebut lebih
tinggi dari rata-rata angka kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 13 persen
dan angka rata-rata kemiskinan nasional sebesar 10 persen," katanya.
Red: Ilham
Source: Antara
No comments:
Post a Comment