Wednesday, March 9, 2016

"GAMMA" CERITA ANAK MUDA KALIBENING



GAMMA
Gabungan Anak Mama, Gabungan Anak Mushola, Gabungan Anteng Merdeka,

      Hai Kawan & Krabat ku semua kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita, cerita tentang masa lalu kami sewaktu muda banget, tapi buka berarti sekarang sudah tua loh!,,, alkisah di medio tahun 2000 an tepatnya tahun 2002.
      Kami punya kelompok gank dengan Nama GAMMA, sebelumnya saya ceritakan dulu tempat tinggal kami. Desa tempat tinggal kami Kalibening kecamatan kalibening Kabupaten Banjarnegara. Terletak di sebelah utara kabupaten Banjarnegara berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan,jadi dekat dengan tapal batas Desa kalibening sekitar 3 km saja jaraknya dengan perbatasan. Wilayahnya terdiri atas pegunungan denganhawa yang sangat sejuk alias dingin.

       Kembali ke Genk kami, Basecamp tempat nongkrong kami di rumah salah satu anggota yang bernama Sukron Hidayat, salah satu alasan jadi basecamp karena factor disana tempat main PlayStation (PS), yang pada saat itu lagi ngetren digandrungi anak-anak sampai anak muda. terletak di tengah-tenga kampong jadi mudah terjangkau, rumahnya juga luas”omber kalo orang jawa bilang. Anggota kami tak terhitung dengan jari tangan, kami juga tidak pernah mendatanya.
       Salah satu identitas kami dan mungkin satu satunya adalah kaos seragam warna biru dongker, dengan lengan ¾, bertulisakan GAMA, the Young Generation, kami itu kaos kebesaran kami, dipakai bebas dipakai kapan saja, terutama saat ada kegiatan bersama. Kami membuat kaos sejumlah kaos kira-kira 20 an biji, buat anggota.Aggota komunitas kami tedak jelas sih, karena ga ada syarat dan ketentuan untuk itu, wong kami berkelompok hanya kelompok- kelompokan berdasarkan ikatan, batin cieee,,,batin, ikatan pertemanan yang kenta saja maksudnya rata rata usia kami saat itu 17-25 tahun, dengan status bujang-bujang. Ynag sedang mencari jati diri. Tapi ada juga teman yang sudah menikah ikut nimbrung, gak masalah juga kali
      Nah sekarang cerita tentang kegiatan kami, kebiasan  bareng kami ya kebanyakan jagongan hampir tiap malam di rumah saudara sohibul Bait Sukron Hidayat. Meskipun itu tempat rental PS tapi uniknya kami-kami ini bukan pelanggan PS Sukron, malah justru kebanyakan anggota kami jarang malah hamper tidak pernah main PS, saya sendiri jarang main dan tidak lihai serta kurang tertarik main PS. Kami sekedar ngumpul bareng nonton TV sambil ngobrol ngalor-ngidul bareng, seringkali dibumbui msaling meledek, sailing pancing bersilat lidah.
     Gayeng dalam obrolan, kami para bujang setengah mapan, atau menuju mapan meskipun latar belakang diantara kami bermacam macam,dan juga usia kami yang berfariasi. Ada yang sedang Kuliah di solo, tetapi kalo pulang kampong pasti ngumpul bareng, ada yang baru pulang dari perantauan Jakarta, kebanyakan sih berdagang, ada yang jualan Baju, ada yang jualan, ada yang jualan sandal, ada yang jualan sembako, ada yang jualan elektronik, soal pendidikan mayoritas lulusa SMA Muhammadiyah Kalibening, ada yang lulusa Pondok pesantren, saya sendiri waktu itu baru lulus kuliah di Yogyakarta.
      Aktifiatas seru bersama kami yang sering adalah Hiking atau jalan - jalan ke suatu tempat entah gunung, curug/air terjun, hutan pokoknya tempat yang indah di sekitar kami. Sudah banyak tempat kami kunjungi, biasanya saat hiking kita urunan/patungan untuk makan bersama, seperti buat beli ayam buat di panggang di tempat tujuan hiking kami, atau di puncak gunung. Saat kita hiking Kita bawa bekal ayam, bumbu masak, serta alat-alat seadanya, dengan modal nekat tapi penuh semangat.
       Kali ini yang saya ceritakan saat kami jalan ke puncak gunung Wadas putih, lokasinya di dusun ndeles dukuh sawangan, desa sirongge kecamatan pandanarum, sebelah barat desa kami Kalibening. Jaraknya kira- kira 18 km dari kalibening. Melewati hutan dan beberapa kampong, sepanjang perjalanan kami bersuka-ria dengan canda, mengurangi rasa lelah.
       Perjalanan sampai kampong terakhir berjalan kaki kami terlewati dengan mudah. Tanpa ada insiden karena tidak ada hambatan. Tantanganya standar di pegunungan ya jalanya  naik turun. Ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Kami berangkat dari kalibening jam 9 pagi sampai di dusun ndelas jam 10. Sebagai anak muda yang baik hati, rajin sholat, rajin mengaji dan suka menabung ciat –ciat ,,,,,dalam perjalanan bila bertemu dengan orang atau warga kami selalu menyapa dengan sopan. Dan orang yang kita sapapun seperti merasa dihormati.Biasanya kita sapa dengan bahasa jawa monggo pak, Monggo mak.
      Tantangan levelnya mulai naik , Karena medan yang harus kita lewati mulai berat dengan jalan setapak menanjak, ye namanya juga naik gunung. Jalan berbatu dan kerikil, melintasi tebing di atas jurang, perlu kehati-hatian. Sebelum sampai puncak gunung Bagi kami itu masih mudah Karena kami sejak kecil kebanyakan sudah terbiasa naik gunung-gunung. Karena kami anak gunung maksudnya empat tinggal kami ya di pegunungan tengah-tengah jawa, yaitu pegunungn Dieng.
       Perjalanan hampir sampai puncak , disini tantangan mulai menghadang, teman kami ada yang gayanya sok- sok jadi musisi ada bawa gitar segala, alamak ke gunung bawa gitar kang!. Ya rasakan sendiri rasanya, orang inisiatif dia sendiri yang mau, yah tapi kita teman bro ada solidaritas antar teman satu gank Gamma gitu loh. Ada jalan yang sangat curam, bukan jalan si aslinya. Lah ini kan hampir di puncak gunung. Kadang kita mesti “bercantikan” salah satu teman naik dulu selanjutnya mengulurkan tangan tuk membantu menarik teman yang ada di bawah.
       Tersangkut ranting, terkantuk akar pohon, harus menyelip atau menunduk disela – sela pohon, itu tantangan yang harus dilewati sebelum sampai puncak. Jaga ritme, atur nafas, bekerjasama dan hati-hati itu strategi kami, sambil sesekali istirahat melepas lelah, sabar dan terus berjuang sebentar lagi sampai puncak men.”meh tekan” meh tekan itu kata katab ajaib pemicu semangat kami.
    Tantangan demi tantang terlewati, sampai juga di puncak wadas putih, waow pemandangan yang indah di depan mata. tak ada pohan - pohon besar di puncak gunung wadas putih. Yang ada rumput- rumput ilalang. Ada juga yang rada aneh juga sih. Gak aneh gimana di suatu pojok rerumputan ada semacam lorong atau lobang berdiameter 40 an cm, kami hanya berani mendekati mulut lorong horizontal itu, kami tak ada yang berani macam-macam, sebenarnya kami penasaran juga sih, kami hanya menebak – nebak mungkin itu jalan lewat binatang yang ada tinggal di gunung ini.
      Saatnya menikmati puncak, ada  yang liat- liat pemandangan sekeliling gunung, ada yang main gitar nyanyi0nyanyi. Terus  ini yang dinanti apalagi kalo bukan makan-makan , saatnya bakar ayam, semunya beraksi bekerja sama sesuai naluri masing-masing ada yang cari kayu terus buat api, ada yang meracik bumbu,garam,kecap, saos, cabai,bawang,brambang dan kawan-kawan, ada yang memanggang ayam sebelumnya ayam sudah dipotong dan dibersihkan bulunya di dari rumah, jadi diatas tinggal ditusuk terus di panggang di atas api. Nasi juga bawa. Eat time,,,waktunya makan. Wah lahapnya. Lezaaaat,  dalam sekejap ludes sudah ayam dan nasinya. Perut tersa kenyang
       Pemandangan yang paling indah nan unik di Gunung wadas putih itu ya. puncak yang berwarna putih bila dilihat dari bawah seperti batu wadas. Makanya dinamakan gunung Wadas putih Dari puncak Setelah puas menikmati puncak  dengan keindahanya kami beranjauk turun dan pulang. Selamat Sampai rumah masing-masing
Itu tadi satu cerita petualangan kami, masih banyak lagi cerita ynag lain, ada yang, seru, konyol, cerita menyenagkan yang sedi –sedih juga ada. Akan saya ceritakan di lain waktu ya
Sedikit saya singgung kenapa gank kami dinamakan Gamma

Sebenarnya itu nama asal saja, kebetulan pas dirasa enak disebut, bagi kami sendiri punya beberapa makna Yaitu :
1.       GAbungan Anak MAma
2.       GAbungan Anak MusholA
3.      GAbungan Anak Mangane Akeh
4.      GAbungan Anteng MerdekA

Tentang nama Akan ada tulisan tersendiri untuk membahasnya. Lain waktu ya
Sampai Jumpa  !!!

No comments:

Post a Comment